Beranda > ATPM > Motor Seken Ninja 250R Masih Dinikmati Oleh Konsumen

Motor Seken Ninja 250R Masih Dinikmati Oleh Konsumen

Bikers Indonesia. 2 Juni 2011 – Suzuki Thunder 250 layak dianggap rookie untuk sport seperempat liter. Sayangnya, Thunder 250 cc enggak bertahan lama. Setelah itu Kawasaki Ninja 250R keluar dengan model menawarkan konsep bodi moge dan dua silinder. Enggak heran, di bursa seken pun Ninja 250R masih dikejar konsumen. 

Pada 2002 sebenarnya pabrikan Suzuki sudah mengeluarkan Thunder 250 cc. Saat itu hanya Thunder yang mempunyai kapasitas besar di pasar sepeda motor Tanah Air. Tapi saat ini Kawasaki dan Honda sudah mengeluarkan motor sport dengan cc yang sama.

Sebenarnya Thunder 250 dan Ninja 250R mengusung segmen berbeda. Thunder 250 disasar untuk biker yang doyan turing jarak jauh. Sementara Ninja 250R lebih fokus mengincar penikmat adu kebut dan kalangan yang lama mengidamkan desain ala motor gede.

Karena hanya dua model, enggak heran sport 250 cc jadi sasaran di lantai bursa motor bekas alias motkas. Segmen pasarnya terbatas. Pengincar seken 250 cc lebih banyak memang pecinta cc besar karena di pasaran motkas sendiri juga banyak cc kecil ketimbang cc besar.

Di kalangan pedege motkas, kapasitas 250 cc memang banyak dicari. Terutama Ninja 250R. Kuda besi batangan dari Kawasaki ini banyak disukai semua kalangan. Itu terbukti di showroom Acong Motor di Jl. Kemajuan Raya No.52, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

“Memang motor yang punya dua silinder itu banyak cari. Sekali saya pajang pasti gak sampai dua hari sudah terjual. Harga jual tidak terlalu murah dan gak terlalu mahal. Buat keluaran 2008 Rp 34-36 juta, 2009 Rp 35-37 juta, 2010 Rp 38 -40 juta, 2011 Rp 42-44 juta,” jelas pemilik nama lengkap Acong Saripudin.

Sementara harga jual buat Thunder 250, juga masih lumayan menggiurkan. Buat keluaran 2002, harga jualnya dipatok kisaran Rp 8-9 juta. “Harga jualnya memang gak stabil, sehingga peminatnya jarang,” tambah Acong yang putih itu.

Selain itu, spare-parts jarang yang jual. Mesti pesan dulu di dealer, itu pun inden. Pilihan warna juga bikin harga motor tinggi. Contoh Ninja. Kelir hijau dan merah itu banyak disukai. Selisih harganya bisa bisa lebih sampai Rp 1-Rp 1,5 juta.

“Kedua kelir ini adalah warna favorit, jadi memang agak tinggi. Kalau Thunder, warna yang paling banyak digemari adalah hitam. Selisih harga juga lebih mahal Rp 200 ribu,” tutur ayah dua anak ini.

Ketika memilih motkas, tentunya tetap gak boleh asal pilih. Keadaan motor mesti dipastikan terlebih dahulu. Yang perlu diperhatikan bagian mesin. Sebisa mungkin, suara harus halus. Karena suara mesin hanya bisa didengar dari indera pendengaran dan tidak bisa didengar.

Hal yang lain juga mesti lihat, seperti kelengkapan striping, spion, warna bodi dan komponen lain mesti aktif. Kondisi keseluruhan juga mesti standar bawaan dari pabrik. Kalau ada salah satu yang hilang dari keadaan standar, diyakini harga jual juga bisa ikutan turun.

Selanjutnya, bagian kaki-kaki juga mesti dipantau. Caranya, harus coba dibawa jalan dulu. Rasakan sata pengereman dan ketika diajak menikung. Apabila ada yang dirasa tidak enak, bisa dipastikan ada komponen rusak di bagian itu.

Tentunya pilihan motor sport 250 cc bisa juga jatuh ke motkas. Hanya saja tetap harus selektif memilih unit yang mau ditebus. Terutama untuk Ninja 250R, lantaran teknologi yang diusung.

DAFTAR HARGA

Ninja 250R :          2008Rp 34-36 juta
                    :          2009Rp 35-37 juta
                    :          2010Rp 38 -40 juta
                    :          2011Rp 42-44 juta

Thunder 250 :       2002Rp 8-9 juta

Iklan
Kategori:ATPM
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: