Beranda > Club / Community > Duo Macan Hitam – Putih Goes To Yogya

Duo Macan Hitam – Putih Goes To Yogya

Bawa Oleh Oleh
Bikers Indonesia. 4 Mei 2011 – Berawal dari sebuah ide sederhana untuk silaturahim ke Brader yang ada di Solo,Yogya dan Semarang, Maka munculah Ide untuk Turing, maka saya coba mengajak beberapa Newbie  HTML yang baru saja mendapatkan NRA, dan dapatlah 4 nama: Ikbal,Rodex,Ery dan Didin, kami semua sepakat dan merencanakan Turing ini, lihat kalender dibulan April maka terdapatlah tanggal merah hari Jumat 22 April 2011 yang merupakan hari Paskah, satu bulan sebelum Turing ini dimulai kami merencanakan segala sesuatunya, terkait dengan akomodasi dan penginapan.

Karen suatu hal maka Turing yang Rencananya berempat ini, pas hari H-1 tepatnya hari kamis, kedua Brader kami Ery dan Didin tidak bisa ikut dikarenakan Kesibukannya di kantor dan Brader Didin yang anaknya sedang sakit (semoga cepat sembuh). Maka karena kami sudah bertekad bulad ya apapun dan berapapun jumlahnya tetap Turing. Sepakat dengan Ikbal maka kami diskusi dimalam Jumat tepat di Benkel MCC Depok, janjian dengan Ikbal untuk membahas Teknik keberangkatan. Maka kamipun sepakat bahwa Turing ini akan kami tempuh melalui jalur keberangkatan Pantura dan Pulang melalui Jalur selatan sekaligus melakukan test performa Sinnob Sprocket Gear. Secara kebetulan kami berdua menggunakan Produk Sinnob dengan Tipe berbeda Racing dan Standart.

Tikum Di Halte Universitas Pancasila Jam 05.00 Wib. Pagi itu jarum jam menunjukan Tepat pukul 04.00, bangun,mandi dan Sholat subuh, tepat jam 05.00 Bro Ikbal sudah BBM…Bro gw sudah di UP nih lo dimana…..saya Jawab Gw sudah persiapan mau jalan tapi lagi cari Dompet ga tau dimana…tak lama kemudian Dompet ketemu yang ternyata sudah di dalam Tas yang dirapikan semalamam. Pikun begini jadinya….padahal masih 21 Tahun…..


Meluncur dengan speed normal ke arah tikum, dari sorot lampu H4 yang cerah terlihatlah Bro Ikbal dengan Macan Putih sudah duduk manis di Halte…ayoo bro kita kemon…nanti kita isi BBM di Shell MT Haryono deket Pancoran aja..Isi Full Tank pasti sampai Semarang…begitu pintaku..tak lama kemudian

kami pun bergegas tancap gas…Jalanan pagi itu sepi tak seramai hari kerja selang 15 menit kemudian kami sudah masuk ke Pom Bensin, dan disana banyak Motor yang akan Turing..tepatnya anak Pulsar. Tak berapa lama tanki kamipun penuh terisi dengan Shell masing-masing macan minum 100 ribuan. Berdoa dan

kami segera Jalan. 


Pagi yang Indah sepanjang jalan MT. Haryono sampai ke Kalimalang lancar, masuk Bekasi mulailah cerahnya matahari timbul, kami bertemu dengan beberapa Brader yang akan turing, tak lama kami sampai di Lamer bekasi tepatnya di depan Mall Metropolitan Bekasi dari arah belakang tiba-tiba terdengar suara obrolan, pas ditengok Ikbal bincang-bincang dengan bro Deska dari Bekasi, yang memang menyempatkan untuk bertemu kita, saat bro Deska melihat kita dan berpapasan maka dia putar balik dan memberikan semangat dan doa, thank ya bro…Dunia memang indah penuh Damai saat brader kita memberikan support…kata Ikbal dia anak Sutbox..dan sengaja untuk menemui kita.


Perjalanan Depok Cikampek Kota Baru kami tempuh dalam 1,5 Jam, dengan Speed rata-rata 100km/jam. Tak disangka memasuki Kota Baru Cikampek Kemacetan Panjang Lebih dari 15Km kami temui. diantara Sempitnya jalan yang kiri kanan dipenuhi oleh Truk-truk Tronton dan Gandeng yang bermuatan puluhan ton kami melipir pelan-pelan dan hati-hati karena jalan di badan jalan licin dan berbatu, kami khawatir ban bocor karena sepanjang 15Km kami harus melalui badan jalan yang tak beraspal, utk menempuh kemacetan ini kami memerlukan waktu 1,5 jam, dan akhirnya keletihan mendera kami, istirahat di Indomart Kota Baru Cikampek, dengan sorot tajam matahari pagi, kamipun sarapan dan minum di Rest Area ini, Biasa kami narsis dan foto-foto untuk dikabarkan melalui BB group ke Brader Depok, tak lama kami sent ke Group banyaklah

Komentar yang kami terima, salah satunya dari bro Dinnar yang semalam memberikan Support di MMC Depok. Good…dia berkata..kalau istirahat lebih baik cari Indomart yang 24 jam lebih aman dari pada Pom Bensin. Kamipun mencari informasi tentang kemacetan tersebut, Tanya SPG indomart,….barulah kami mendapat jawaban kalau kemacetan ini sudah berlangsung 3 hari karena ada pembangunan Jembatan di daerah Subang Sukamandi, masih ada 3 Km lagi kemacetan ini akan berakhir.


30 menit berlalu kami habiskan waktu untuk istirahat di Indomart….kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan, pelan-pelan kami susuri kemacetan yang menurut info tinggal 3 Km,debu tebal dan jalan licin berbatu,kami lalui dengan selamat, sampailah kami di jembatan yang sedang dibangun, ternyata jembatan itu hancur dan mengharuskan satu jalur digunakan bergantian makanya jalannya macet sampai dengan puluhan Km. Setelah melewati rintangan ini kami baru bisa meluncur dengan kecepatan maximal dalam batas aman.

Subang-Sukamandi-Patrol-Indramayu Lohbener kami lalui aman dan lancar, jalan mulus tanpa kerusakan berarti, jam 10.30 kami sampai dikabupaten Cirebon, kamipun Istrirahat di Pringsewu, untuk makan siang karena selain perjalanan sudah kami tempuh selama 2 jam, dan perut sudah keroncongan, makan siang dan

istirahat, kurang lebih 1 jam kami disini dan makan, setelah makan kami tertidur di saung ini, karena cuaca mendung dan gelap, untuk itu kami putuskan untuk tetap istirahat, tidak lama kemudian hujan dan Badai kencang pun turun…sangat deras hujannya. 1,5 jam hujan selesai, kami bergegas melanjutkan perjalanan. 2,5 jam kami sudah tiba di Tegal, walaupun sebelum masuk di Tegal kami terjebak kemacetan sepanjang 5 Km sebelum masuk Kota Brebes…

Karena sepanjang jalan hujan maka Jas hujan masih terpakai saat kami memasuki Kota Brebes dengan cuaca yang Cerah, Gerah dan panas seperti di Oven, kala kami menempuh kemacetan dengan Jas Hujan, diputuskan maka kami istrirahat sejenak untuk melepaskan Jas Hujan, tak lama kemudian kami Jalan dan sampai di Tegal, jam menunjukan pukul 16.00, kami memutuskan istirahat di Pom Bensin yang Masuk Rekor Muri, istirahat sejenak untuk Sholat Ashar, dan disini kami bertemu dengan kawan-kawan dari Supra X 125 yang akan Turing ke Semarang. 30 Menit kami lalui di Rest Area ini, perjalanan kami lanjutkan, tak lama selang kami 

Tancap gas di Perbatasan keluar kota Tegal kami dihadapkan oleh Razia Polantas setempat, SIM dan STNK lengkap, Si Macan putih lolos pemeriksaan tanpa halangan, namun Macan Hitam terkendala karena Knalpot Racing, yang akhirnya diganjar dengan Pasal penilangan 2 pasal sekaligus, pasal Kebisiangan dan Pasal Knalpot Tidak standar, negoisasipun Menjadi jurus yang kami tawarkan, vonis 85ribu dari polisi yang berakhir Deal 30rb, akhirnya kami lolos walau Dongkol. Mana polisi pake nanya : Bang ini Iklas kan Bang…saya pun jawab, Bapak Pikir saja sendiri, saya lagi tak punya Duit!.


Perjalanan kami lalui dengan speed yang cukup kecang mengingat malam segera datang, memasuki Pekalongan kota batik kami dihadapkan dengan Hujan lebat…kamipun tetap jalan dengan menggunakan Mantel Jas Hujan. Tak lama kami sebelum masuk Alas Sroban yang mana daerah ini Gelap dan Hutan Jati, maka kami putuskan istirahat untuk Sholat Magrib karena memang hari sudah mulai Gelap, setelah selesai kamipun segera tancap gas, dan melalui Hutan ini dengan speed sedang 80-90Km karena kondisi jalanan yang gelap dan licin karena hujan, memasuki Semarang tepatnya di Outer Ring Road Semarang  bro Ikbal kehabisan bensin dan saya pun juga demikian, namun di perbatasan ini tidak ada Pertamax, maka kami putuskan untuk memutar kran bensin ke Posisi Race, tak lama kami mendapatkan Pom Bensin yang menjual Pertamax dipinggir kota Semarang setelah Terminal Mangkang.

 Isi Full Tank, dan kami melanjutkan perjalanan ke Salatiga melalui jalur alternative Boja, jalan ini buat kami adalah jebakan maut, karena jalan sempit dan gelap, penuh lobang di tengah dan kiri kanan jalan, dimana kondisi letih dan lelah mendera tubuh kami. Kami lalui jalanan ini hampir 2 jam, sampailah kami di Ungaran, dan kami putuskan Istirahat sejenak untuk membeli minum, Hanya beberapa menit kami istirahat, setelah selesai minum Kratingdaeng maka kami lanjutkan perjalanan menuju Salatiga. Malam gelap kabut tipis khas Kota Salatiga menyapa kita ketika memasuki kebun Kopi Rawa Pening, dingin menusuk tulang, masuk kota Salatiga kami Istirahat di ATM BCA untuk ambil uang. 

Disinilah awal mulainya seorang Bro Ikbal Hilang. Kerena ATM dikunci pagarnya dan kamipun tak bisa masuk, maka kami putuskan mencari ATM tempat lain, tak jauh dari ATM ada perempatan, biasa saya diposisi depan langsung tancap gas menghampiri ATM yang lain, setelah liat kebalakang Ikbal tak ada, pikiran bingung kemana nih orang. Urusan dengan ATM beres dan saya lanjutkan putar balik mencari Ikbal, 15 menit kami menunggu Ikbal di sebrang jalan dekat ATM pertama yang terkunci pintu pagarnya. 

Menunggu dengan gelisah sambil melihat-lihat setiap motor yang liwat, Ikbal pun tak terlihat. Setelah 15 berdiri maka saya putuskan mencari ke arah Solo, dan ternyata Ikbal berhenti di tepi jalan tak jauh dari ATM karena bingung maka Ikbal memutuskan berhenti dan menunggu. Yang membuat panik, karena BB Ikbal tak bisa dihubungi karena Baterai Habis.


Perjalanan kami lanjutkan ke arah pinggiran Kota Salatiga tepatnya ke Arah Baok Ujung-ujung untuk menginap di kampung saya. Jam 10 kami tiba, dan kamipun bisa istirhat dengan nyaman. Suasana dingin dan sunyi tak terasa kami lalui dengan tidur nyenyak, terbangun jam 11 siang, bersiap-siap untuk perjalan ke Solo dan Yogyakarta. 

Tepat jam 1 siang kami berangkat ke Solo, perjalanan ke Solo 1 jam, jalanan lancar dengan didominasi Trek lurus dengan pemandangan kira kanan kebun dan perumahan warga. Sebuah Insiden kecil dilampu merah sesaat mau masuk Kota Surakarta, saat ada pengendara motor berhenti mendadak karena lampu merah memang tak telihat dengan jelas, hanya senggolan Box dan Body Cewek, damai yang indah tat kala mulut bicara ”maaf”. Tepat jam 2 siang kami istirahat makan siang di Dapur Wong Solo.

Kamipun menghubungi Brader kami HTML Solo, Bro Moko, Bro Budi dan Bro mamat, Thanks atas Dijemputnya dan diantara Ke Garuda Motor untuk melihat Produk Sinnob dan di antar ke jalan perbatasan Solo menuju Yogyakarta, Di Yogyakarta kamipun sudah di Jemput oleh Brader kita Bro Jaya. Tepatnya di Candi Prambanan, Sepanjang perjalan Solo – Yogya kami kehujanan dan berbasah Ria. Sampai masuk Kota Yogya kami tak bertemu Bro Jaya, karena kami tak melihat Prambanan kerena Gelapnya malam. Diputuskan langsung ke penginapan Klien bro Ikbal, ter muter cari dan nyasar bolak balik kesana kemari seperti mencari anak-anak Imty, tak ketemu juga itu penginapan Vidi di Jalan Magelang Km 10.

Tanya sana sini akhirnya kami menemukan penginapaan Vidi, jam 8 kami bisa istirahat dan mandi air hangat. Tak lama kemudian jam 10 Bro Jaya menyusul kami dipenginapan, makan malam khas Yogya, Gudeg, woowww luar biasa Gudeg yang satu ini, lokasi di pinggir kota, dibelakang Gedung Mataram Bisokop, namun antriannya puluhan meter, yang makan saja sampai berdiri dan lesehan di tiap gang dan pinggir jalan, rasa penasaran dan lapar menghampiri perut kami, cukup lama menunggu pesanan setelah 1 jam barulah bisa kami menikmati makan Guged. Terbayar sudah penantian lama sebelum makan karena memang Gudeng ini nikmat, Bungkus 1 porsi pun kami tambahkan untuk makan malam eh… tengah malam saat nanti lapar. Marukkkk…apa laper.


Pagi hari tiba kami terbangun jam 11 siang, persiapan pulang ke Depok, setelah diskusi dengan beberapa rekan dan mendapatkan solusi yang mana kami putuskan pulang melalui jalur selatan, khas jalur selatan yang terbayang adalah pegunungan dan tikungan tajamnya. Setalah makan siang yang dijamu oleh Boss Katering Vidi, makan siangpun kami lahab, dengan menu Lele dan Ikan Goreng. Tepat jam 1 siang kami meninggalkan Kota Yogyakarta, di perbatasan Kota kami berhenti untuk membeli oleh-oleh buat Brader di Depok, beberapa Kotak Bakpia pun kami dapat, dan kami segera melaju meninggalkan Kota Yogya,

Siang itu cuaca panas, jalan jalur selatan naik turun dengan kondisi aspal yang bagus namun banyak perlintasan Kreta Api, kami istirahat didaerah Purworejo untuk menikmati Es Dawet Ireng khas kota ini, sepanjang jalan ini kami berpasan dan bertemu Brader dari Lampung yang turing dengan Supra X, salam Tet tot, kami tiba di perbatasan Cilacap Sore hari menjelang magrib, memutuskan Istirahat di Pom Bensi dan mengisi bahan bakar, setelah Sholat Magrib kami melanjutkan perjalanan, selepas kota cilacap arah ke Bandung, tepatnya di Daerah Bajar – Majenang, jalanan sangat parah rusak, penuh lubang, kecepatan kamipun hanya bisa 40-50 Km, banyak bus dan Truk yang melalui jalan ini, tikungan-tikungan tajam dan Gelap dengan sisi kiri hutan menjadi pemandangan yang menyeramakan.

Selepas Majenang kami Istirahat di Km 10 Majenang-Banjar, Makan di Pringsewu. Jam menunjukan pukul 22.00, badan sudah terasa letih, Domping Kratingdaeng pun kami siapkan, laju perjalan kami lanjutkan ke arah bandung yang menurut papan penunjuk arah jarak ke bandung 153 Km lagi, jalanan masih berlubang di daerah ini, memasuki Kota banjar ke arah ke Ciamis, mulai kami disuguhkan jalan mulus dan lebar, speedpun kami pacu naik, untuk melewati Truk dan Bus yang melaju kencang,udara dingin memasuki kota Tasik, sempat terjadi salah jalan ketika kami belok ke kiri, puter dan kami laju kembali, macet dan lambat telihat didepan saat kami memasuki Tanjakan Gentong, Truk dan bus besar bak semut jalan beriringan pelan karena memang tanjakan ini sangat maut dan tajam,

Alhamdullilah kami lalui dengan selamat, lajut kami dengan speed yang konstan 100km/jam, tak terasa badan kami sudah letih sekali dan mata mengantuk, insiden hampir terjadi tak kala ditikungan tajam dan gelap ada bus menyalip dari lawan arah, kami yang sedang asik nikung, jadi berantakan ngebuang ke badan jalan…selamat.

Dan akhirnya kami putuskan untuk beristirahat di daerah Kersamanah sebelum kami melalui tanjakan Nagrek. 30 menit kami ngopi dan merokok sekedar mengusir lelah dan kantuk. Bergegaslah kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, masuk kota Bandung Jam 3 pagi, jalan sepi hanya mobil Tukang sayur dan Tukang ayam yang kami jumpai, tak lama kami meninggalkan kota Bandung dan Cimahi, Kabut gelap dan udara dingin di Rajamandala menunggu kami, melalui dengan rasa kantuk berat, akhirnya tiba di Cianjur dan Istriahat makan bubur.

Melanjutkan perjalanan dengan sisa tenaga, jam 4 dan mulai terdengar sayub-sayub azan subuh, perjalana kami lanjutkan dan Bro Ikbal berada di Depan…Wussss wal hasil nyasar ke Sukabumi, dengan Pedenya dan speed diatas 100 km, bro Ikbal melaju ke arah Sukabumi dan saya melaju ke arah puncak, menunggu di Cipanas dan sambil memberi kabar bro Ikbal kalau dia nyasar, tak lama berselang munculah si Macan Putih…Tet Tot…Bro Ikbal datang, dan kami bersatu kembali untuk menyusuri dinginnya Puncak dan kelokan kelokan jalur puncak. Tiba dengan selamat di Rumah tepat Jam 5.30. Special Thank to Allah, Sinnob Sprocket Gear, Vidi Catering Yogya, HTML Semarang,HTML Solo dan Bro Jaya Yogya. 


Sampai Jumpa di Turing-turing berikutnya….


Salam Duo Macan Putih Hitam


Rodex 2517 aka Ikbal 2518


HTML Depok, 22 April 2011

Lepas Lelah ?


Istirahat Makan Siang

Makan Malam Bareng Temen-Temen Yogya

Makan Siang

Bergaya Bersama Macan Hitam – Putih 1

Bergaya Bersama Macan Hitam – Putih 2


Dikirm oleh Bro Fajar Rodex 1313
Kategori:Club / Community
  1. Rodex1313
    4 Mei 2011 pukul 21:07

    Semoga turing membawa kasih dan damai buat sesama Pengendara Motor, dan mempererat tali persaudaraan saling berkunjung dan membentuk kemistri emosional yang kuat, agar peduli dan tumbuh rasa sling memiliki dan menolong

  2. 6 Mei 2011 pukul 20:20

    Setuju brader, walaupun apa baju dan merk motornya tetap tdk ada permusuhan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: