Beranda > Uncategorized > Yuk.. Cari Teman Buat Mudik Bareng

Yuk.. Cari Teman Buat Mudik Bareng

Jakarta, 27 Agustus 2010. Wah.. terpantau sejak siang hari tadi, rupanya sebagian besar karyawan kantoran di sekitar Jabodetabek lagi pada kasak-kusuk, dan bulak-balik nyedot uang di ATM/bank, selain dari pada terima gaji bulanan, rupanya ada banyak karyawan yang juga sudah terima THR (Tunjangan Hari Raya). Wuih.. asyik-nya.. hari gini  masih dapat jatah gaji ke-13 untuk kebutuhan Lebaran.
Nah.. mungkin sebagian teman sudah memikirkan soal mudik, khususnya naik motor, namun sayang beberapa teman masih belum yakin bisa mudik, karena berbagai kendala, atau mungkin tak ada teman yang bisa diajak mudik bareng naik motor.
Info dari beberapa media memberikan kabar, bahwa Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengimbau para pemudik agar tidak menggunakan sepeda motor saat hendak pulang ke kampung halaman. Pasalnya jumlah kecelakaan pemudik yang menggunakan sepeda setiap tahunnya terus meningkat. Ya.. soal kecelakaan memang sudah menjadi bagian dari resiko demi meraih hari kemenangan merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Disebutkan bahwa data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, angka kecelakaan lalu lintas pengguna kendaraan roda dua saat mudik lebaran pada tahun 2008 sebanyak 337 kecelakaan, sedangkan pada tahun 2009 jumlahnya meningkat menjadi 417 kecelakaan. “Jadi lebih baik para warga yang ingin mudik tidak menggunakan sepeda motor mengingat risiko kecelakaannya sangat tinggi,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Condro Kirono, Jumat 13 Agustus 2010.
Nah, bagaimana ini teman? Masihkah tetap keukeh mudik naik motor?
Setau SL.com pemudik yang mengalami kecelakaan tak memahami betul unsur-unsur Safety Riding. Kebanyakan mereka tak paham bagaimana menggunakan sepeda motor dengan benar ketika semangat dan emosi sedang berkobar-kobar (saking nafsunya), sampai mereka tak lagi memikirkan unsur-unsur safety, kelelahan, yang menyebakan tubuh tidak stabil dan tidak lagi bisa kosenterasi berkendara sepeda motor. Akibatnya fatal, yaitu bahaya kecelakaan mengancam baik untuk dirinya sendiri, boncenger, maupun orang lain.
Kalau teman memang tetap ingin naik motor, mohon pelajari tips dibawah ini. Tips ini memang sudah berulang-ulang disampaikan oleh SL.com pada setiap ada acara mudik.
Halaman ini juga sebagai sarana untuk mencari teman mudik, silahkan sampaikan niat baik anda sekalian, anda mau kemana dan mau naik motor apa, tanggal berapa rencana keberangkatan, start keberangkatan dari mana, karena siapa tau ada teman lain yang punya niat sama, dan mau merespon niat tadi. Kan tak ada salahnya kalau kita punya teman baru yang sama-sama paham Safety Riding untuk mudik bareng, nah kalau begini jadi asyik bukan?

Tips Mudik

  1. Siapkan mental dan kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa saya bisa. Jika ada orang yang bisa, kenapa saya tidak bisa?
  2. Siapkan motor dengan sempurna. Sebaiknya kondisikan posisi motor sesuai standard pabrik, karena berbagai asesories dan modifikasi motor tidak bisa dijamin kualitasnya untuk perjalanan jauh. Contoh, gunakan knalpot standar atau yang asli dari pabrik.
  3. Ganti oli, servis, tune-up, stelan rantai, pemeriksaan tali kopling, tali gas, dan lainnya dengan seksama. Siapkan peralatan ‘tools’ buat perjalanan jauh.
  4. Minta saran kepada mekanik, apa saja part yang harus diganti. Jangan lupa katakan pada mekanik mengenai kota mudik dan rute yang bakal dituju. Karena mekanik akan menyesuaikan settingan motor sesuai karakter jalan dan jarak yang bakal ditempuh.
  5. Siapkan perlengkapan standard pengendara maupun boncenger, a.l. lain helm berkualitas, jaket, sarung tangan, sepatu.
  6. Pengendara, maupun boncenger jangan pakai sendal! Pakailah sepatu! Sepatu untuk safety ketimbang kenyamanan.
  7. Pastikan boncenger hanya satu orang! Jika terpaksa membawa anak dan berkendara sampai 3 orang, pikirkan secara matang resikonya. Selain berbahaya, pada dasarnya motor dirancang hanya untuk dua orang saja.
  8. Jangan bawa barang terlalu banyak. Faktor resiko jatuh, kestabilan, maupun tarikan motor harus dipertimbangkan.
  9. Menggunakan tas dipunggung (ransel) dan box motor merupakan solusi yang baik.
  10. Jika memasang box motor, pastikan braket yang dipakai berkualitas. Mampu menahan beban sambil melewati jalan yang berkeriting. Karena sering kali box jatuh, atau braket patah dalam perjalanan.
  11. Jika box dirasakan mahal, tapi ingin bawa barang di belakang motor, maka beli saja braket boxnya. Tatakan braket box bisa dipakai untuk menaruh barang asalkan diikat dengan kuat.
  12. Pastikan semua tali simpul, maupun tali ransel tidak terurai panjang. Karena sering terjadi kecelakaan hanya gara-gari tali ransel panjang bisa nyangkut di motor lain, hingga pengendara maupun motor jatuh hingga kehilangan nyawa.
  13. Usahakan melakukan perjalanan mudik berkelompok atau ‘bareng’ dengan teman kerja, tetangga, atau sanak family (adik-kakak).
  14. Dapat peta resmi jalur mudik lebaran yang diterbitkan oleh Department Perhubungan RI. Peta dapat diperoleh secara gratis di pintu Gerbang Tol (dimana saja), Kantor Jasamarga, Toko Buku Gramedia.
  15. Tambahan: baca referensi/pengumuman dari website Departemen Perhubungan Republik Indonesia.

Tips Selama Perjalanan

  1. Siapkan mental, hati dan pikiran bahwa saya bisa! Jangan kuatir berlebihan. Semua orang punya resiko, apapun dan dimanapun. Berdoa sebelum berangkat adalah kewajiban bagi semua umat, sekaligus meminta pertolongan dan petunjuk kepada-Nya.
  2. Jika perjalanan bersama grup harap segera berkumpul sesuai waktu dan kesepakatan agar tidak ketinggalan.
  3. Jika terpaksa melakukan perjalanan sendiri atau bersama boncenger, maka sebaiknya pemudik Jabodetabek berangkat subuh hari antara pukul 03.00 s/d pukul 04.00 WIB.
  4. Berangkat subuh menghidari kemacetan di jalan Raya Kali Malang, jalan raya Bekasi, jalan raya Karawang – Cikampek yang pasti selalu macet jika hari sudah siang.
  5. Siapkan fisik dengan baik. Jika berpuasa, kondisikan fisik sebaik-baiknya sesuai rute yang dilewati.
  6. Jangan ambil resiko yang berlebihan, jika fisik lemah maka air minum dan bekal makanan setidaknya sudah disiapkan dari rumah.
  7. Konsentrasi pada jalur yang dipilih. Jika berjalan pelan dan sedang, ambil jalur sebelah kiri. Tapi jika ingin menyalip kendaraan ambil jalur kanan. Ingat, bahwa motor dengan mudahnya berseliweran, kiri-kanan tanpa memperdulikan faktor keamanan, Belum lagi motor lain yang sering bikin kaget menyalip dengan kencang dari sebelah kiri. Hati-hati dan tetap waspada!
  8. Setiap dua jam perjalanan, berhenti dan beristirahat. Pastikan pengendara dan boncenger memiliki waktu istirahat yang cukup. Kesempatan beristirahat sebaiknya saat berhenti SPBU isi bensin, sekaligus meregangkan badan, sholat, dan melihat kondisi motor serta barang bawaannya.
  9. Jika perjalanan bersama grup atau ikut ‘Mudik Bareng’, pastikan bisa mengikuti irama perjalanan grup.
  10. Mengikuti perjalanan ‘Mudik Bareng’ harus patuh pada petunjuk petugas, dan selalu masuk dalam barisan dengan tertib. Sebisanya memiliki kenalan agar dapat saling membantu jika ada masalah.
Semoga informasi ini berguna buat kita semua.
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: