Arsip

Archive for the ‘Knalpot’ Category

Diameter Lobang Knalpot Pengaruhi Suara

Bikers Indonesia. 16 April 2011 - Mau suara saluran buang lebih halus, bisa ditempuh dengan cara mengganti saringan. Maksudnyaaaaaaa, saringan di dalam knalpot. Bukan saringan udara. Karena semakin kecil diameter yang diaplikasi, suara yang dihasilkan jadi lebih kencang. 

Selain diganti yang lebih besar, bisa juga saringan itu lebih panjang.

Setelah itu,  jangan lupa juga ganti glasswool di silencer. Kata Iain, peredam juga bisa pakai bahan pelapis anti bocor yang biasa digunakan untuk atap rumah. Malah lebih kuat dan murah,” . 

Mudahkan? Suara dipastikan jadi lebih lembut.

Knalpot Bobok

Bikers Indonesia. 16 Aprill 2011 – Punya knalpot bobok, tapi suaranya sembreng banget alias besar. Agar suara knalpot bobokan tidak besar, kalian bisa tempuh bobok halus. Pilihannya mau ambil beberapa sekat atau sebatas ambil payungnya aja.

Payung adalah part yang memutarkan gas buang di dalam tabung. Tapi, sebaiknya kalian pilih membuang payung saja ketimbang buang sekat. Jadi, sisa pembakaran langsung terbuang. Suara juga tidak jauh beda. Malah lebih halus.

Jangan Asal Pilih Knalpot, Sesuaikan Dengan Mesin

Bikers Indonesia. 15 April 2011 - Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan performa motor tanpa harus mengoprek mesin. Salah satunya ganti knalpot racing. Jelas, karena pelepas gas buang bisa menghasilkan power lumayan. 

Zaman sekarang kan banyak orang pakai knalpot racing. Karena, peranti itu mempunyai suara merdu dan mendongkrak power mesin.

Memilih knalpot jangan sembarangan. Harus mengikuti karakter mesin. Kalau melebihi batas mesin, power yang dihasilkan justru malah tambah loyo.


Memilih knalpot yang benar pastinya harus mengikuti spek mesin atau menyamakan diameter piston. Mau lebih jelas, lihat dibawh ini. 

Mesin Standar

Untuk mesin standar, knalpot harus menyesuaikan dengan leher. Bukan leher yang punya motor, lo! Pokoknya, jangan sampai pilih leher pipa terlalu besar.  

Ada ukuran tertentu pipa yang mau dipakai. Pakai pipa diameter 23,5 mm, ukuran ini lebih besar 4 mm dari standar. Kalau knalpot freeflow mesti diperbesar pipanya. Itu supaya dapat menghasilkan tenaga lebih maksimal. 

Lalu buat lekukan, tetap mengikuti seperti bawaan motor. Sebenarnya sih bisa dibuat nekuk, tapi itu malah akan menghambat power dari mesin. Jadi, tekukan itu akan menghambat arus gas buang, sehingga memperlambat arus itu sendiri.  Ini buat skubek lho.

Sedangkan buat motor bebek, harus diubah dari aslinya. Leher bebek aslinya rada nekuk, tapi gimana caranya dibuat lurus sehingga power akan keluar lebih cepat dari gas buang.  

Buat ukuran pipa memang sama antara skubek dan bebek, tapi di silencer berbeda. Kalau buat skubek, silincer lebih panjang, yaitu 25 cm. Sedang untuk bebek tidak terlalu panjang, ukuran 17 cm. Itu sudah termasuk corong atau saringan di dalam silincer.

Korek harian

Karena spek mesin sudah diubah, knalpot juga mesti diubah juga donk. Tapi, berbeda dengan standar lho. Semakin besar piston yang dipakai, besar juga ukuran pipa leher yang dipakai.

Untuk ukuran pipa leher motor bore up, harus lebih besar dari standar. Sebab, piston pasti sudah diganti. Maka, bagian leher kasih ukuran 23,5 mm, 26 mm sampai 28 mm. 

Maksudnya, pipa diberi yang kecil hingga bertahap sampai yang besar. Ini buat skubek. Lalu, untuk bebek tetap sama. Hanya ditambah 32 mm dan 35 mm. Jadi, di bagian pipa leher itu ada 5 ukuran pipa.

Saringan

Saringan juga bagian penting dari knalpot. Di bagian ini akselerasi juga dipengaruhi.Buat skubek, tetap dikasih  setengah-setengah. Supaya gak terlalu los banget.  Lubang belakang dikasih 36 mm.


Kalau buat bebek, ram kawatnya lebih pendek ketimbang pipa. Karena lehernya model lurus, jadi power cepat keluar. Diameter lubang belakang lebih besar 38 mm.

Kategori:Knalpot, Mesin, Motor

Setting Knalpot Racing, JANGAN ASAL !

Bikers Indonesia. 14 April 2011 - Pakai knalpot racing yang banyak dijual di pasaran, bisa aja sih langsung pasang. Mesin tetap bisa hidup dan juga dapat dipakai jalan.

Namun lebih baik seting dulu agar perfoma lebih bagus. Sebab kadang-kadang mesin jadi lemot di rpm bawah dan atas, timbul gejala ngilitik hingga terjadi letupan saat gas ditutup atau nembak.
Sedangkan munculnya gejala seperti itu, karena konstruksi beda dengan standar. Terutama volume pada pipa dan tabung silencer yang dipengaruhi panjang, lebar hingga susunan sekat yang ada di tabung.

Karena berubah bentuk, otomatis tendangan balik gas buang di perut knalpot ke ruang bakar tekanannya jadi berbeda. Makanya perlu penyesuaian di bagian komponen penyuplai gas bakar, terutama setingan karburator.

Untuk melakukan seting karbuartor gak boleh asal ganti komponen. Apalagi sekadar ganti knalpot racing tanpa ada bagian mesin yang ikut dimodifikasi. Cukup atur sekrup aliran udara. Atau naikkan spuyer main-jet 1 atau 2 step sesuai kebutuhan. Itu pun kalau perlu.

Untuk setelan sekrup udara baiknya sedikit ditutup. Sementara kalau untuk standar biasa pakai ukuran 1½ putaran balik dari posisi tertutup, dengan menggunakan knalpot racing yang lebih plong coba dibikin 1¼ putaran balik.

Penyempitan aliran udara di lubang karbu lewat setelan sekrup udara, dimaksudkan agar mesin tidak gampang meletup ketiga grip gas tertutup. Sebab kondisi itu di mana knalpot sudah plong, bensin jadi lebih sedikit daripada udara. Makanya dipersempit lagi agar bensin jadi lebih banyak. Letupan pun berkurang.

Selain seting sekrup udara. Untuk memaksimalkan tenaga di gasingan atas, di mana perut knalpot sudah lega dan butuh tendangan balik lebih kuat, Marsudi menyarakan untuk mengatur ulang spuyer main-jet.

Biasanya sih aliran gas bakar diperbesar. Caranya, dengan menaikkan ukuran spuyer main-jet 1 atau 2 step. Peningkatan ini tentu harus disesuakan dengan kebutuhan. Caranya bisa dilihat dari hasil pembakaran. Seperti, kepala busi jangan terlalu putih atau hitam.

Setelah karburator di seting ulang, penyesuaian lainnya bisa dengan mengatur setelan klep. Setelan klep lebih ditujukan untuk memaksimalkan tenaga di rpm bawah atau atas, juga menyesuaikan kondisi cuaca di sekitar.

Sebaliknya kalau tenaga mesin ingin kerja rpm atas. Kondisi ini bisa diakali dengan menyeting setelan klep lebih rapat dari ukuran standar, agar gas bakar lebih deras masuk ke dapur pacu. Apalagi jika kondisi sekitar cenderung panas. Setingan ini lebih aman.

Terakhir, untuk aliran udara agar tetap menggunakan filter udara asli atau bisa juga pakai saringan udara variasi. Sebab kalau plong, khawatir karburator cepat kotor apalagi tipe vakum yang terkenal rawan gesekan.

Waduhm gawat ternyatah ? Hati-hati ya kalau mau ganti knalpot racing.

Syarat Ganti Knalpot Untuk Motor Injeksi

Bikers Indonesia. 30 Maret 2011 -  Hati-hati dengan pengguna motor injeksi jangan sembrngan ganti knalpot. Karna kalau salah, piston bisa ceket, dinding piston dan silinder baret. Wah peringatan yang serem yaa ?

Tapi peringatan itu setengah benr, setengah salah ! Baik injeksi atau karburtor sama. Ganti knalpot settingan harus disesuaikan.

Knalpot free-flow, tanpa resistensi. Proses pendinginan saat overlapping, katup in dan ex terbuka, tidak terjadi. Karena bahan bakar baru yang berfungsi membilas ikut terbuang. Hasilnya ketahanan mesin bagus.
Toh sah ganti knalpot free-flow demi menambah akselerasi motor injeksi. Malah menyetelnya lebih mudah. Tinggal menaikkan CO dan HC untuk mengatur jumlah bahan bakar yang masuk dengan alat diagnostik. Gak perlu ganti jeting.
Masalahnya, untuk menaikkan CO dan HC harus pake diagnostic tool. Jadi, kalau motor kalian injeksi dan mau ganti knalpot free-flow, mintalah seting pada bengkel resmi yang punya diagnostic tool.
Gitu Sob ? Jelas kan ?

Ganti Knalpot Matik? Pilih Yang Perut Besar Pembuangan Kecil

Knalpot Racing, lebih rajin bongkar mesin
Bikers Indonesia. 14 Maret 2011 - Standar knalpot matik, perutnya besar dan ujung pembuangannya kecil. Desain begitu,  turbulensinya kuat. Tarikan matik sejak awal lebih enteng. Kompresi di ruang bakar, dibantu tekanan balik knalpot ini. Mudah memancing di air keruh. Maksudnya, reaksi tenaga awal lebih mantap, Bro! Umur komponen  panjang.

Sengaja pabrik mendasainnya begitu. Tak perlu teriak seperti kesetanan alias rpm tinggi, untuk menggerakkan CVT. Seperti model meniup kuat-kuat. Pipi jadi tembem, tapi tiupannya lebih tajam. Arus baliknya pasti besar.
Jika ingin knalpot racing harian, beli knalpot yang modelnya tidak jauh dari  standar. Cari, knalpot racing yang prinsip modelnya sama. Tenaga akan melambung, tapi tanpa menghilangkan reaksi tenaga awal. Mudah dihandling.

Jika terlalu free flow alias dari perut knalpot sampai ujung lubang nyaris sama besar, jelas punya kerugian. Butuh meraung-raung dulu alias rpm besar, skubek baru bergerak. Tadinya 1.000 rpm telah jalan, kini dia atas itu. Berarti, jam hidup komponen lebih singkat. Beda kalau di balap, knalpot seperti itu yang dibutuhkan. Ngoooong…, seperti menggonggong.

Cara kerja knalpot racing yang bagus, akan memberikan daya balik ke ruang bakar. Tabungnya berfungsi mengolah udara buang sekitar 30-40 persen.

Ya, iyalah. Pembuangan seperti ditahan. Tidak langsung dilepas. Pusaran di perutnya yang buncit itu, akan kembali berputar ke ruang bakar membantu piston turun-naik. Makanya, Cari knalpot yang mirip desain standar.

 Jangan lupa, sempurnakan lewat karburator setelah ganti knalpot (kiri).Pilih diameter pas sesuai kapasitas mesin (kanan).
Pilihan Diameter Pipa
Knalpot racing harian, bisa pertimbangkan diameter pipanya. Besar kecilnya pipa, harus sesuai kapasitas mesin. Untuk matik kapasitas standar, bisa pilih ukuran pipa yang lebih kecil. Diameter dalam sekitar 22 milimeter. Sementara, diameter luar sekitar 1 inci.
Berbeda dengan pemakaian yang memang diproyeksikan untuk balap. Atau mesin yang sudah berkapasitas besar yang telah dikorter.
Model free flow yang pas untuknya berdiameter besar dan bertingkat. Maksudnya dari leher, perut dan silincer bertingkat diameternya. Itu untuk balap. Kalau harian kan lebih pada sebatas penampilan, tapi gak salah juga kalau tetap bertenaga.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.